Suhupublik,Toba – Tim Monitoring Tim Penggerak PKK Provinsi Sumatera Utara (TP PKK Provsu) melaksanakan monitoring dan evaluasi desa binaan di Kabupaten Toba, Kamis (4/6/2026), dengan mengunjungi empat desa yang mewakili berbagai kategori lomba PKK tingkat Provinsi Sumatera Utara.
Keempat desa tersebut yakni Desa Jonggi Manulus Kecamatan Parmaksian untuk kategori Pola Asuh Anak dan Remaja di Era Digital (PAAREDI), Desa Tangga Batu Barat Kecamatan Tampahan kategori Aku Hatinya PKK, Desa Sigaol Timur Kecamatan Uluan kategori Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K) PKK, serta Desa Simanobak Kecamatan Silaen kategori Tertib Administrasi PKK.
Kegiatan monitoring ini merupakan bagian dari evaluasi pelaksanaan 10 Program Pokok PKK sekaligus upaya memperkuat pemberdayaan keluarga, ketahanan pangan, peningkatan ekonomi masyarakat, pembentukan karakter generasi muda, serta penguatan administrasi organisasi PKK di tingkat desa.
Pola Asuh Anak Jadi Fondasi Generasi Emas
Di Desa Jonggi Manulus, Tim Monitoring TP PKK Provsu yang dipimpin Ketua Pokja I TP PKK Provsu, Ummi Kalsum, disambut oleh Pemerintah Kabupaten Toba yang diwakili Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Eston Sihotang, jajaran TP PKK Kabupaten Toba, Forkopimca Parmaksian, pemerintah desa dan masyarakat.
Ketua TP PKK Kabupaten Toba Ny. Astita Effendi Napitupulu melalui Ketua I Bidang Pembinaan Karakter Keluarga TP PKK Kabupaten Toba, Lila Wanrus Tamba, menyampaikan bahwa keluarga merupakan sekolah pertama bagi anak dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan, terutama di era digital yang berkembang sangat cepat.
Menurutnya, Program PAAREDI hadir untuk membantu keluarga menerapkan pola asuh yang adaptif, komunikatif, dan penuh kasih sayang sehingga tercipta hubungan harmonis antara orang tua dan anak.
Sementara itu, Bupati Toba Effendi Sintong P. Napitupulu melalui Eston Sihotang menegaskan bahwa Program Pola Asuh Anak dan Remaja merupakan program strategis dalam menciptakan generasi yang berakhlak mulia, cerdas, serta memiliki empati sosial yang tinggi.
“Di tengah tantangan era digital, peran orang tua sangat penting dalam mengawasi dan membimbing anak agar terhindar dari kenakalan remaja, penyalahgunaan narkoba, perundungan maupun penyalahgunaan media sosial. Mari terus memperkuat pola asuh yang penuh cinta kasih dan menanamkan nilai moral, agama serta budaya gotong royong sejak dini,” pesan Bupati.
Kepala Desa Jonggi Manulus, James Immanuel Manurung, menjelaskan bahwa pembinaan anak dan remaja di desanya tidak hanya dilakukan dalam lingkungan keluarga, tetapi juga didukung pemerintah desa melalui berbagai program, termasuk pengembangan perpustakaan desa guna meningkatkan literasi masyarakat.
Aku Hatinya PKK Perkuat Ketahanan Pangan
Keluarga
Pada hari yang sama, tim monitoring yang terdiri dari Nurgabena Siregar, Yosy Efriyanti dan Eka Ary W. Binventy melakukan monitoring kategori Aku Hatinya PKK di Desa Tangga Batu Barat, Kecamatan Tampahan.
Meski cuaca mendung disertai gerimis, antusiasme masyarakat tetap tinggi. Tim monitoring disambut dengan pemandangan pekarangan rumah yang tertata rapi, ditanami berbagai jenis sayuran, tanaman obat keluarga (TOGA), serta taman yang asri hasil gotong royong masyarakat.
Ketua TP PKK Desa Tangga Batu Barat, Ny. Suita Rumbaya Tampubolon, menjelaskan bahwa sejak menjadi desa binaan, masyarakat semakin aktif memanfaatkan lahan pekarangan untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga.
Menurutnya, keberadaan kebun pekarangan mampu mengurangi biaya kebutuhan dapur hingga sekitar 60 persen, sekaligus menyediakan tanaman obat keluarga yang bermanfaat bagi kesehatan masyarakat.
Bupati Toba melalui Staf Ahli Bidang Ekonomi, Pembangunan, Keuangan, SDA dan Aset, Darwin Sianipar, memberikan apresiasi atas kerja keras masyarakat dan kader PKK dalam mengimplementasikan program tersebut.
“Program Aku Hatinya PKK bukan sekadar menanam di pekarangan rumah, tetapi mendorong terwujudnya keluarga yang mandiri, sehat dan sejahtera. Program ini juga menjadi bagian penting dalam mendukung ketahanan pangan nasional yang dimulai dari lingkungan keluarga,” ujarnya.
Ketua TP PKK Kabupaten Toba yang diwakili Staf Ahli I TP PKK Kabupaten Toba, Ny. Riama Audi Murphy Sitorus, turut mengapresiasi semangat gotong royong serta kreativitas masyarakat Desa Tangga Batu Barat yang dinilai berhasil menjalankan program secara nyata dan berkelanjutan.
UP2K Dorong Kemandirian Ekonomi Keluarga
Di Desa Sigaol Timur, Kecamatan Uluan, Tim Monitoring TP PKK Provsu yang dipimpin Ketua II Bidang Pendidikan dan Peningkatan Ekonomi Keluarga TP PKK Provsu, Boya Yanti Gultom, melakukan monitoring kategori Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K) PKK.
Dalam arahannya, Boya Yanti Gultom menegaskan bahwa kegiatan monitoring bukan sekadar ajang perlombaan atau kegiatan seremonial, tetapi menjadi sarana evaluasi terhadap pelaksanaan program PKK secara menyeluruh.
“Kegiatan ini menjadi momentum untuk melihat langsung implementasi program PKK di tengah masyarakat sekaligus menjadi dasar penilaian menuju evaluasi tingkat provinsi,” jelasnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya penginputan dan pengunggahan laporan kegiatan melalui aplikasi Sistem Informasi Pelaporan dan Data (Sipanda).
“Sebagus apa pun program yang dijalankan di desa, apabila tidak diunggah ke aplikasi Sipanda maka hasilnya tidak akan terlihat dalam proses penilaian. Karena itu seluruh pengurus PKK harus aktif melakukan pelaporan,” tegasnya.
Tertib Administrasi Jadi Pilar Keberhasilan Gerakan PKK
Sementara itu, di Desa Simanobak Kecamatan Silaen, Tim Monitoring TP PKK Provsu kategori Tertib Administrasi yang dipimpin Budi Prayogi selaku Sekretaris I dan Sithi Banina selaku Sekretaris II disambut hangat oleh masyarakat dan pemerintah desa.
Kepala Desa Simanobak, Maruhum Sinambela, menyampaikan rasa bangga dan terima kasih atas kunjungan tim monitoring dari Provinsi Sumatera Utara ke desa yang mayoritas penduduknya berprofesi sebagai petani tersebut.
Ketua TP PKK Kabupaten Toba Ny. Astita Effendi Napitupulu melalui Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Toba, Melati Silalahi, SE, M.Si, menegaskan bahwa tertib administrasi merupakan pilar penting dalam seluruh kegiatan PKK.
“Administrasi yang baik menunjukkan keteraturan, kedisiplinan dan menjadi bukti bahwa setiap kegiatan PKK dilaksanakan dengan perencanaan yang matang serta dapat dipertanggungjawabkan,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan bahwa TP PKK Kabupaten Toba terus melakukan pembinaan dan peningkatan kapasitas kader untuk melengkapi administrasi sesuai ketentuan Rakernas X PKK.
Pada kesempatan yang sama, Bupati Toba melalui Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Toba, Verry S. Napitupulu, S.STP, menyampaikan apresiasi kepada Tim Monitoring TP PKK Provinsi Sumatera Utara.
“Kehadiran tim monitoring menjadi kehormatan sekaligus motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas Gerakan PKK di Kabupaten Toba,” katanya.
Melalui monitoring di empat desa binaan tersebut, Pemerintah Kabupaten Toba bersama TP PKK berharap seluruh program pemberdayaan keluarga dapat berjalan secara berkelanjutan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, memperkuat ketahanan pangan keluarga, mendorong pertumbuhan ekonomi rumah tangga, membentuk karakter generasi muda, serta menjadi contoh bagi desa-desa lain di Kabupaten Toba maupun Sumatera Utara.
(Tomuan.S)]












