Tagihan Dituntut Tepat Waktu, Pelanggan Sesalkan Air PDAM Tirta Keumuning Langsa Kerap Macet Berhari-hari

Suhupublik.com oleh keperwil aceh (T.AKBAR) 11/10/2026.LANGSA – Pelayanan distribusi air bersih dari Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Tirta Keumueneng Kota Langsa kembali memicu gelombang protes dari masyarakat. Sejumlah pelanggan mengeluhkan pasokan air bersih yang kerap macet total secara berulang, terutama pada momen akhir pekan dan hari libur saat kebutuhan domestik sedang tinggi-tingginya.

Persoalan ini memicu kekecewaan mendalam bagi para pelanggan jasa pengguna air bersih. Berdasarkan informasi di lapangan, wilayah pemukiman seperti Gampong Sidodadi dan Titi Manirah di Kecamatan Langsa Lama menjadi salah satu area yang paling sering terdampak buruk. Warga mengaku aliran air ke rumah mereka kerap mati mulai dari hitungan tiga hari, bahkan hingga hampir sepekan penuh.
Kondisi ini dirasa tidak adil bagi masyarakat yang setiap bulannya selalu dituntut patuh dan tepat waktu melunasi tagihan rekening air. “Kalau telat bayar, petugas cepat sekali datang untuk memutus meteran. Tapi kalau airnya yang mati sampai berhari-hari, kami bingung harus mengadu ke mana karena respons penanganannya lambat,” ungkap salah seorang warga terdampak dengan nada kecewa.
Demi memenuhi kebutuhan mendasar seperti memasak, mandi, dan mencuci, sebagian warga terpaksa merogoh kocek ekstra hingga puluhan ribu rupiah setiap harinya untuk membeli suplai air jeriken dari wilayah lain.

BACA JUGA  Sekjen DPP GPNI Ade Darman Bantah Tegas Pernyataan Muhammad Said Didu Terkait Kunjungan Jokowi ke Lampung

Berdasarkan data teknis operasional dari Perumda Tirta Keumueneng, tersendatnya pasokan air bersih ke rumah pelanggan umumnya dipicu oleh tiga faktor krusial:
1. Kebocoran Pipa Transmisi: Sering terjadinya kerusakan berupa pipa pecah atau bocor pada jalur pipa induk/distribusi utama berdiameter 300 mm.
2. Kekeruhan Air Baku Tinggi: Saat wilayah hulu diguyur hujan lebat, tingkat kekeruhan (turbidity) Sungai Keumueneng melonjak tajam. Fasilitas WTP (Water Treatment Plant) terpaksa menghentikan pompa sementara untuk menghindari kerusakan penyaringan.
3. Gangguan Arus Listrik: Pemadaman listrik atau gangguan tegangan pada jaringan PLN di fasilitas pompa distribusi utama membuat operasional pengolahan air terhenti mendadak.
Manajemen Perumda Tirta Keumueneng menyatakan bahwa setiap kali perbaikan pipa selesai dilakukan, dibutuhkan waktu penormalan tekanan (recovery) hingga 24 jam agar air bisa kembali mengalir stabil ke area ujung pemukiman pelanggan. Pihak manajemen mengimbau pelanggan yang mengalami gangguan distribusi spesifik untuk segera melapor melalui kontak pengaduan resmi atau saluran”tutupnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top