Daerah  

Bupati Tolikara Dorong Peran Strategis Pemuda dalam MUSCAB GAMKI

Suhupublik,Tolikara -Bupati Tolikara Willem Wandik menghadiri Musyawarah Cabang (MUSCAB) DPC Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia yang digelar di Tolikara, Jumat (23/4/2026). Kehadirannya sekaligus sebagai Ketua MPO DPP GAMKI menegaskan komitmen terhadap penguatan peran pemuda dalam pembangunan daerah, khususnya di wilayah Papua Pegunungan.

Dalam sambutannya, Willem menekankan bahwa generasi muda memiliki posisi krusial dalam menentukan arah masa depan daerah. Ia mendorong organisasi kepemudaan, termasuk GAMKI, untuk menjadi wadah pembentukan karakter, peningkatan kapasitas kepemimpinan, serta penguatan kepekaan sosial.

“Pemuda harus tampil sebagai motor perubahan. GAMKI diharapkan menjadi kekuatan moral dan intelektual yang mampu menghadirkan solusi konkret bagi masyarakat,” ujarnya di hadapan peserta MUSCAB.

Ia juga menyoroti berbagai tantangan pembangunan di daerah pegunungan, mulai dari keterbatasan akses pendidikan dan layanan kesehatan hingga penguatan ekonomi berbasis potensi lokal. Menurutnya, kader muda dituntut adaptif terhadap perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai jati diri.

Lebih lanjut, Willem menyebut MUSCAB sebagai momentum strategis untuk melakukan evaluasi organisasi sekaligus merumuskan langkah ke depan. Ia berharap forum tersebut melahirkan kepemimpinan baru yang berintegritas, visioner, dan berpihak pada kepentingan masyarakat.

BACA JUGA  Warga ‘Kerumuni’ Layanan Jemput Bola Disdukcapil di Meranti Timur

“Organisasi ini harus melahirkan pemimpin yang tidak hanya kuat secara struktural, tetapi juga memiliki komitmen nyata untuk membangun daerah,” tegasnya.

Sebagai pembina organisasi, ia juga mengingatkan pentingnya menjaga soliditas internal dan memperluas jangkauan organisasi hingga ke tingkat akar rumput. Menurutnya, GAMKI perlu hadir sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendorong pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.

Willem turut membuka ruang kolaborasi antara pemerintah daerah dan organisasi kepemudaan. Ia menilai pembangunan tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan keterlibatan aktif berbagai elemen, termasuk generasi muda.

Kegiatan MUSCAB tersebut diikuti pengurus, tokoh masyarakat, serta kader GAMKI dari berbagai wilayah di Tolikara. Forum berlangsung dinamis dengan berbagai diskusi yang diharapkan menghasilkan gagasan konstruktif bagi kemajuan organisasi dan pembangunan daerah.

Melalui forum ini, diharapkan kepengurusan baru GAMKI mampu menjalankan amanah secara profesional serta memperkuat peran organisasi sebagai agen perubahan yang relevan dan berdampak nyata bagi masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top