Suhupublik,Bandar Lampung–Upaya memperkuat kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah kembali ditegaskan dalam kunjungan kerja Komisi VII DPR RI ke Provinsi Lampung yang digelar di Kantor Gubernur Lampung, Kamis (23/4/2026). Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk membahas pengembangan sektor industri, UMKM, serta penguatan ekonomi daerah.
Kunjungan tersebut dipimpin Ketua Tim Komisi VII DPR RI, Saleh Partaonan Daulay, bersama sejumlah anggota tim, dan disambut langsung oleh Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal. Turut hadir dalam agenda ini Kasdam XXI/Radin Inten, Andrian Susanto, serta jajaran Forkopimda dan pejabat daerah lainnya.
Dalam sambutannya, Gubernur Rahmat Mirzani Djausal menilai kunjungan kerja tersebut sebagai momentum penting untuk memperkuat sinergi lintas pemerintahan, khususnya dalam mendorong pertumbuhan sektor industri dan pemberdayaan UMKM di Lampung.
Ia memaparkan bahwa kinerja ekonomi daerah pada tahun 2025 menunjukkan tren positif dengan pertumbuhan mencapai 5,28 persen dan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) sekitar Rp523,8 triliun. Struktur ekonomi daerah masih didominasi sektor pertanian, industri pengolahan, serta perdagangan.
“Pertanian tetap menjadi sektor utama, termasuk dalam penyerapan tenaga kerja yang mencapai lebih dari 40 persen. Namun, tantangan seperti kemiskinan pedesaan, akses pembiayaan UMKM, hingga transformasi digital masih perlu menjadi perhatian bersama,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Tim Komisi VII DPR RI, Saleh Partaonan Daulay, menyampaikan bahwa kunjungan ini merupakan bagian dari pelaksanaan fungsi pengawasan dan penganggaran parlemen dalam memastikan kebijakan nasional berjalan efektif di daerah.
Menurutnya, paparan yang disampaikan Pemerintah Provinsi Lampung memberikan gambaran komprehensif mengenai potensi sekaligus tantangan pembangunan daerah.
“Kami melihat Lampung memiliki potensi besar, terutama pada sektor industri berbasis sumber daya alam, UMKM, serta ekonomi kreatif. Ini perlu didukung dengan kebijakan yang tepat dan kolaborasi lintas sektor,” kata Saleh.
Kehadiran Kasdam XXI/Radin Inten, Andrian Susanto, dalam kegiatan tersebut turut menegaskan dukungan TNI AD terhadap penguatan sinergi pembangunan wilayah. Peran tersebut dinilai penting dalam menjaga stabilitas sekaligus mendorong percepatan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.
Melalui kunjungan kerja ini, diharapkan lahir langkah-langkah konkret dalam memperkuat sektor industri dan UMKM, sekaligus meningkatkan daya saing ekonomi daerah. Sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan pemangku kepentingan lainnya dinilai menjadi kunci dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di Provinsi Lampung.












