Dor! Dua Komplotan Curanmor Spesialis Motor Mahasiswa Keok Diterjang Timah Panas Resmob”

Suhupublik.com (T.akbar) MEDAN – Tim Resmob Polrestabes Medan berhasil melumpuhkan dua orang pelaku sindikat pencurian kendaraan bermotor (curanmor) lintas wilayah yang kerap menyasar kendaraan milik mahasiswa. Kedua tersangka terpaksa diberikan tindakan tegas dan terukur di bagian kakinya karena mencoba melawan petugas saat pengembangan kasus di lapangan.
Kedua pelaku yang diringkus adalah Fazar Ilham (22) dan Suharif alias Jawa (43). Mereka ditangkap oleh petugas dalam operasi penyergapan di Jalan Medan-Binjai, Desa Sei Semayang, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deli Serdang. Berdasarkan catatan kepolisian, tersangka Jawa merupakan seorang residivis kambuhan yang sudah berulang kali keluar masuk penjara akibat kasus pencurian dan curanmor.

Kanit Resmob Polrestabes Medan, Iptu Ramadhani Bimo Setiadi, mengonfirmasi bahwa penangkapan ini merupakan hasil pengembangan atas laporan kehilangan dari seorang mahasiswa Universitas Negeri Medan (Unimed) asal Aceh bernama M. Habib Syauqi. Korban kehilangan sepeda motor Yamaha Nmax miliknya yang sedang diparkir. Setelah buron selama kurang lebih satu bulan, pergerakan sindikat ini akhirnya berhasil terendus oleh petugas.

BACA JUGA  Pegiat Kesenian Kiki Kirana Buka Stand Edukasi Budaya di Event Car Free Night (CFN) Kota Palembang

“Kami terpaksa memberikan tindakan tegas dan terukur (tembakan) karena saat dibawa untuk pengembangan mencari barang bukti dan pelaku lainnya, kedua tersangka mencoba melawan petugas dan melarikan diri,” ujar Iptu Ramadhani Bimo Setiadi kepada awak media.
Dari hasil interogasi awal, kedua pelaku mengakui tidak bergerak sendiri. Mereka terafiliasi dengan jaringan yang lebih besar dan dibantu oleh dua rekan komplotannya yang saat ini berinisial Y dan A. Lebih lanjut, para pelaku juga mengaku bahwa uang hasil penjualan motor curian tersebut telah habis dikonsumsi untuk membeli narkotika jenis sabu.

Setelah berhasil dilumpuhkan, kedua tersangka langsung dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara Medan untuk mendapatkan perawatan medis sebelum dijebloskan ke sel tahanan.
Saat ini, pihak Satreskrim Polrestabes Medan masih melakukan pengejaran intensif terhadap dua anggota sindikat lainnya yang masih buron. Polisi mengimbau masyarakat, khususnya para mahasiswa yang tinggal di kawasan indekos, untuk lebih waspada dan meningkatkan sistem keamanan ganda pada kendaraan mereka.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top