Karhutla Kepung Sejumlah Wilayah, Lebih dari 108 Hektare Lahan Terbakar dalam Dua Hari

Jakarta,Suhupublik ~ Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di sejumlah wilayah Indonesia dalam dua hari terakhir. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat kebakaran terjadi di Maluku Utara, Jawa Tengah, Kalimantan Timur, dan Aceh, dengan total luas lahan terdampak mencapai lebih dari 108 hektare.

Tim gabungan di sejumlah daerah masih melakukan pemadaman, pendinginan, asesmen, dan pemantauan untuk memastikan tidak ada titik api baru yang kembali muncul. Kondisi cuaca panas, angin, keterbatasan sumber air, serta medan yang sulit dijangkau menjadi tantangan petugas di lapangan.

Berdasarkan laporan Direktorat Koordinasi Pengendalian Operasi Darurat (Dit. Koordalops) BNPB periode Sabtu (29/8) pukul 07.00 WIB hingga Minggu (30/8) pukul 07.00 WIB, sebagian besar kejadian karhutla berhasil dikendalikan. Namun, sejumlah lokasi masih membutuhkan penanganan lanjutan.

Kutai Barat Catat Lahan Terbakar Terluas

Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur, menjadi wilayah dengan luas lahan terdampak paling besar. Kebakaran terjadi di lahan belukar dan kebun di Kampung Pepas Eheng, Kecamatan Barong Tongkok, pada Jumat (28/8) sekitar pukul 11.20 WITA.

Luas lahan yang terdampak mencapai sekitar 50 hektare. Dalam proses penanganan, petugas mengerahkan armada pemadam dan melakukan pemadaman secara manual di area yang tidak dapat dijangkau kendaraan.

Operasi melibatkan BPBD, Manggala Agni, TNI, Polri, serta petugas pemadam kebakaran dengan dukungan 10 unit kendaraan operasional.

BACA JUGA  Kades Batujajar H. Ali Diduga Hindari Konfirmasi Anggaran Desa 2021–2025, AKPERSI Desak Transparansi Publik

Asap tebal menjadi salah satu kendala utama. Selain mengurangi jarak pandang, kondisi tersebut juga mengganggu pernapasan petugas yang berada di sekitar lokasi kebakaran.

Meski menghadapi berbagai kendala, api berhasil dipadamkan hingga Sabtu (29/8) dan situasi di lokasi dinyatakan kondusif. Petugas tetap melakukan pemantauan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api.

Puluhan Hektare Terbakar di Jawa Tengah

Di Jawa Tengah, karhutla terjadi di Kabupaten Sukoharjo dan Kabupaten Klaten.

Di Sukoharjo, kebakaran melanda lahan di Desa Kamal dan Desa Sanggang, Kecamatan Bulu, pada Jumat (28/8) sekitar pukul 18.15 WIB. Luas lahan yang terdampak diperkirakan mencapai 22 hektare.

Penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan. Petugas BPBD bersama tim gabungan menghadapi medan yang curam serta sejumlah titik api yang sulit dijangkau.

Api yang sempat mendekati kawasan permukiman berhasil diamankan. Sementara kepulan asap tebal mulai berkurang setelah dilakukan penanganan oleh petugas.

Sukoharjo sendiri masih berstatus siaga darurat kekeringan dan karhutla hingga 30 November 2026.

Karhutla juga terjadi di Kabupaten Klaten, dengan titik kebakaran tersebar di tujuh desa pada enam kecamatan, yakni Bayat, Ceper, Delanggu, Tulung, Gantiwarno, dan Juwiring.

Total lahan yang terbakar mencapai sekitar 9,28 hektare. Sebagian kebakaran diduga dipicu aktivitas pembakaran sampah yang tidak terkendali, sedangkan penyebab di lokasi lainnya masih dalam penyelidikan.

Berkat koordinasi BPBD, TNI, Polri, pemadam kebakaran, relawan, dan masyarakat, seluruh titik api di wilayah tersebut berhasil dikendalikan.

BACA JUGA  Nasrul Klarifikasi Soal RKAB PT Pion Quarry Nusantara, AKPERSI Akan Audiensi ke ESDM Jabar

Maluku Utara dan Aceh Ikut Terdampak

Di Kabupaten Halmahera Timur, Maluku Utara, kebakaran terjadi di lahan Desa Gotowasi, Kecamatan Maba Selatan, pada Jumat (28/8) sekitar pukul 18.40 WIT.

Sekitar 3 hektare lahan terbakar. Kebakaran diduga dipicu aktivitas oknum yang tidak bertanggung jawab. Tiupan angin kencang membuat api dengan cepat menjalar ke area sekitarnya.

BPBD Halmahera Timur bersama pemadam kebakaran dan masyarakat berhasil memadamkan api pada Sabtu (29/8). Petugas kemudian melakukan pemantauan untuk memastikan tidak terjadi kebakaran susulan.

Sementara di Kabupaten Aceh Selatan, proses pemadaman masih berlangsung. Kebakaran alang-alang terjadi di Gampong Drien, Kecamatan Bakongan, pada Sabtu (29/8) sekitar pukul 11.42 WIB dan menghanguskan sekitar 4 hektare lahan.

Petugas BPBD, Damkar PB 05 Bakongan, Koramil, Polsek, dan masyarakat dikerahkan untuk menangani kebakaran tersebut. Namun, hingga Sabtu malam api belum sepenuhnya padam sehingga operasi pemadaman dilanjutkan pada Minggu (30/8).

Petugas menghadapi sejumlah kendala, antara lain lokasi kebakaran yang berjarak sekitar 4 kilometer dari pinggir desa, minimnya sumber air, cuaca panas, serta tiupan angin dengan intensitas sedang.

Di wilayah Aceh lainnya, yakni Kabupaten Bener Meriah, kebakaran di Kampung Uning Gelime, Kecamatan Weh Pesam, berhasil dipadamkan setelah membakar sekitar 20 hektare lahan.

Meski api telah padam, petugas masih melakukan pendinginan dan pemantauan untuk mencegah munculnya kembali titik api.

BACA JUGA  UKW Solopos 2026: Ketua DPC AKPERSI Pekanbaru-Riau Bersama Empat Wartawan MZK News Dinyatakan Kompeten

BNPB: Warga Diminta Tidak Membakar Lahan

Dari seluruh kejadian yang dilaporkan dalam periode pemantauan tersebut, tidak terdapat korban jiwa maupun korban luka. Dampak utama berupa lahan yang terbakar di sejumlah wilayah.

BNPB mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau. Warga diminta tidak melakukan pembakaran secara terbuka, termasuk membakar sampah maupun menggunakan api untuk membuka lahan.

Masyarakat juga diminta segera melaporkan apabila menemukan titik api kepada BPBD atau petugas setempat. Pelaporan sejak dini dinilai penting agar kebakaran dapat segera ditangani sebelum meluas dan menimbulkan dampak yang lebih besar.

BNPB kembali mengingatkan bahwa pencegahan menjadi langkah penting dalam menghadapi potensi karhutla. Masyarakat diimbau tidak membuka lahan dengan cara membakar dan segera melaporkan setiap indikasi kebakaran agar dapat ditangani sedini mungkin.

@Iyus

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top