“Terjangan Rob Runtuhkan Rumah Nek Aminah, Kehadiran Camat dan Geuchik Jadi Pengobat Lara”

suhupublik.com|oleh keperwil aceh (T.akbar/Rian)

26/10/2026. LANGSA – Cuaca ekstrem berupa hujan deras yang disertai angin kencang dan fenomena air laut pasang (rob) mengakibatkan satu unit rumah milik warga lanjut usia (lansia) roboh total. Musibah ini menimpa Nek Aminah (70), warga pesisir yang kini terpaksa mengungsi karena seluruh bangunan rumahnya tidak lagi bisa ditempati.Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu (25/10) sore saat kawasan pesisir diguyur hujan lebat. Kombinasi hempasan angin kencang dan naiknya permukaan air laut membuat struktur rumah panggung kayu milik korban tidak mampu bertahan hingga akhirnya ambruk ke dasar air. Beruntung, korban berhasil dievakuasi oleh tetangga sekitar sebelum bangunan benar-benar runtuh.

Mendapat laporan mengenai kejadian tersebut, Geuchik Kuala langsa (elisudin) bersama Camat Langsa barat (Andre Silvana)  langsung turun ke lokasi kejadian guna meninjau kondisi korban serta memastikan langkah penanganan darurat berjalan cepat.”Kami langsung bergerak ke lapangan begitu menerima laporan. Fokus utama kita adalah keselamatan korban. Saat ini Nek Aminah sudah kita evakuasi ke tempat kerabat terdekat yang lebih aman,” ujar Geuchik  elisudin di lokasi kejadian.
Sementara itu, Camat yang hadir di lokasi menyatakan bahwa pihak kecamatan tengah berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Sosial untuk segera menyalurkan bantuan masa panik (buffer stock) serta tenda darurat.”pungkas Andre camat

BACA JUGA  Ucapan Belasungkawa Pembina DPP AKPERSI atas Wafatnya Ayahanda Kepala Biro SDM kementrian agama RI Muhammad Zain

“Dan beliau menambahkan Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat, terutama yang tinggal di kawasan pesisir, untuk tetap waspada tinggi. Cuaca ekstrem dan pasang rob diprediksi masih berpotensi terjadi dalam beberapa hari ke depan,” tegas Camat.Tidak ada korban jiwa dalam insiden ini, namun kerugian materiil diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah. Warga sekitar bersama perangkat desa kini bergotong-royong membersihkan sisa-sisa puing bangunan yang masih bisa diselamatkan.”tutup nya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top